Images
PEMBANGUNAN RUMAH GADANG, NAGARI SUMPUR, KABUPATEN TANAH DATAR, SUMATERA BARAT
PEMBANGUNAN RUMAH GADANG, NAGARI SUMPUR
Dalam menjalankan komitmennya dibidang kebudayaan, Yayasan Tirto Utomo membantu pembangunan rumah yang menjadi aset budaya di Nagari Sumpur, Sumatera Barat. Pembangunan kembali Rumah Gadang ini sudah dimulai sejak tanggal 12 April 2014. Rencananya pembangunan akan dilaksanakan ± 1 tahun(12 bulan).
Tahapan awal yang dilakukan pada pelaksanaa pekerjaan ini adalah pekerjaan pembersihan lapangan, pemasangan bowplang, pembuatan gudang dan direksi kit. Hal ini dilakukan agar dalam melaksanakan pekerjaan terasa aman dan nyaman. Dalam pelaksanaan tahap ini dilakukan denga gotong royong antara warga setempat, tukang dan bantuan dari beberapa mahasiswa. Sekarang pekerjaan sudah sampai dengan pekerjaan lantai papan, pekerjaan dinding, pekerjaan rangka atap, pekerjaan penutup atap, pekerjaan ukiran, pekerjaan pintu dan jendela dan pekerjaan tangga depan.
Pembangunan Rumah Gadang ini dimaksudkan agar Nagari Sumpur memiliki collective memory dan aset budaya, serta menjadikan Rumah Gadang sebagai sala satu contoh dan bentuk arsitektur yang mempunyai nilai budaya.
PEMBANGUNAN RUMAH GAMELAN TIRTO ARUM SARI, SEDAYU
PEMBANGUNAN RUMAH GAMELAN TIRTO ARUM SARI, SEDAYU
Yayasan Tirto Utomo dalam dalam melaksanakan komitmennya dalam bidaya kebudayaan telah membantu membangun Rumah Gamelan Tirto Arum Sari, Sedayu. Pembangunan tersebut dimulai pada bulan April 2014. Sebelum memulai pembangunan, masyarakat Sedayu mengikuti tradisi Jawa yaitu penanaman pohon Sawo Kecik disekitar Rumah Gamelan. Pohon ini merupakan lambang “nandhur kabecikan” atau dalam bahasa Indonesia “menanam kebaikan”, dengan harapan keberadaan Rumah Gamelan akan memberikan manfaat bagi kelestarian budaya Jawa di masa yang akan datang.
Tahap pertama dalam pembangunan adalah pembuatan pondasi dan pemasangan dinding batu bata. Dalam pelaksanaan pembangunan, masyarakat Sedayu menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat dimana seluruh proses pembangunan dilakukan dengan menggunakan potensi lokal serta melibatkan peran aktif masyarakat sekitar. Hal ini bertujuan agar masyarakat Sedayu memiliki rasa ‘kepemilikan’ terhadap Rumah Gamelan tersebut.
Sekarang proses pambangunan sudah berlanjut sampai ditahap ke dua, yaitu melanjutkan pemasangan dinding bata dan pemasangan atap. Sebelum pemasangan atap masyarakat melakukan tradisi Jawa yang disebut acara Munggah Molo atau acara doa selamatan untuk mengiringi dipasangnya Molo (kayu atap tertinggi dari rumah yang sedang dibangun). Acara ini merupakan bentuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar rumah yang dibangun dapat awet tidak cepat rusak dan penghuni rumah tetap diberikan kesehatan dan rejeki yang melimpah.
Dan semoga pembangunan Rumah Gamelan Tirto Arum Sari dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu, agar Rumah Gamelan tersebut bisa memberikan manfaat baik dan masyarakat bisa menggunakan tempat ini untuk terus berlatihan kesenian.